PEMKO LHOKSEUMAWE IMBAU MASYARAKAT WASPADA POTENSI BANJIR ROB 11–18 JUNI 2026

Lhokseumawe – Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 11–18 Juni 2026.

Imbauan tersebut disampaikan berdasarkan press release Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Direktorat Meteorologi Maritim tanggal 7 Juni 2026 https://maritim.bmkg.go.id/marine2026-data/doc/peringatan-dini-banjir-rob.pdf. BMKG menjelaskan bahwa adanya fenomena Super New Moon (fase bulan perigee dan bulan baru) pada tanggal 15 Juni 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, Banjir Pesisir (ROB) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia.

Untuk wilayah Kota Lhokseumawe, potensi banjir rob diperkirakan terjadi pada periode 11 hingga 18 Juni 2026, terutama di kawasan pesisir yang berada di Kecamatan Banda Sakti, Muara Satu, dan Blang Mangat.

Potensi banjir pesisir yang secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.

Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah Kota Lhokseumawe mengimbau masyarakat agar tetap tenang, namun meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan langkah-langkah mitigasi, antara lain:

  • Selalu memperbarui informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG;
  • Tidak membuang sampah ke saluran air, selokan, sungai maupun laut;
  • Menyiapkan tas siaga bencana yang mudah dijangkau;
  • Mengamankan dokumen penting dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi;
  • Melakukan evakuasi ke tempat yang aman apabila genangan air mulai meningkat;
  • Mematikan aliran listrik utama di rumah apabila kondisi dinilai membahayakan;
  • Segera melaporkan kondisi darurat atau kebutuhan bantuan kepada aparat atau posko terdekat;
  • Mengaktifkan sarana peringatan dini di lingkungan masyarakat seperti sirine, bedug meunasah maupun masjid;
  • Tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas selama proses evakuasi.

BPBD Kota Lhokseumawe juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan gotong royong dalam menghadapi potensi bencana, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir.

Mari tingkatkan kesiapsiagaan demi keselamatan bersama. Tetap waspada, jangan panik, dan ikuti informasi resmi dari pemerintah.