Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe bekerja sama dengan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala menggelar diskusi publik penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana Kota Lhokseumawe Tahun 2026-2030.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 19 Agustus 2026 di Aula Setdako Lhokseumawe.
Acara secara resmi dibuka oleh Plt. Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Lhokseumawe, Mirdha Ihsan, S.STP. Dalam sambutannya, Mirdha Ihsan menekankan pentingnya dokumen kajian risiko bencana sebagai acuan utama pemerintah dalam merencanakan pembangunan yang tangguh dan berkelanjutan.
Diskusi publik ini dihadiri oleh perwakilan dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe serta unsur elemen gampong. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memberikan masukan komprehensif terkait potensi bencana di wilayah Kota Lhokseumawe.
Kerja sama BPBD Kota Lhokseumawe dengan TDMRC USK ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memetakan tingkat risiko bencana di Kota Lhokseumawe untuk periode lima tahun ke depan. Hasil dari kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana di daerah.
Dengan tersusunnya dokumen ini, Pemerintah Kota Lhokseumawe optimis dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan memperkuat upaya mitigasi guna mewujudkan Lhokseumawe yang aman, tangguh, dan berketahanan terhadap bencana.
